بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله اما بعد
Entri Populer
-
KATA PENGANTAR Alhamdulillah hirabbila’lamin. Penulis ucapkan segala puji hanya bagi Allah SWT dengan segala Taufiq, Hidayah dan I’nayah-N...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Lahirnya Undang – undang no 22 tahun 1999 yang direvisi dengan Undang – undang nom...
-
Kota Sibolga merupakan kota kecil di Sumatera utara dengan jumlah penduduknya 93.207 jiwa dan luas wilayahnya 3.356,60 ha yang terdiri dar...
-
Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat hanyalah pada agama Islam yang sempurna. Agama Islam y...
-
BIO DATA NAMA : SYAIFUL AZHAR HASIBUAN T/TL : TANJUNG PURA / 22 JUNI 1969 PEKERJAAN : GURU PENDIDIKAN : MAHASISWA PASC...
-
Zulqarnain..Kisah Sejarah Islam ZULQARNAIN, MODEL PENGUASA ADIDAYA Jika dicermati, pemaparan Al-Qur’an tentang kisah Zulqarnain sangatl...
-
CARA CERDAS. Mendapatkan asupan vitamin dan mineral dalam jumlah yang tepat akan memberikan pengaruh yang besar bagi mereka yang sangat s...
-
Hikmah Barangsiapa yang membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia s...
-
Kekhawatiran Nabi Muhamad Terhadap Umatnya March 5th, 2010 in Akhlaq, Aqidah, Nasehat Ibadah | 1 Comment » pemimpin dholimNabi muh...
Selasa, 15 Januari 2013
BAHAN DISKUSI
KELOMPOK I
1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 220 volt. Kuat arus yang mengalir lewat setrika itu adalah 0,2 ampere. Berapakah energy kalor yang timbul dalam waktu 1 menit.
2. Dalam waktu 0,5 menit sebuah soder listrik membebaskan kalor sebesar 4000 joule. Jika solder tersebut dipasang pada tegangan 200 volt, berapa kuat arus yang mengalir lewat solder tersebut.
3. Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 200 volt, sehingga mengalir arus listrik sebesar 0,25 ampere. Berapakah daya lampu tersebut.
4. Setrika listrik yang hambatannya 300 ohm dialiri arus listrik sebesar 1 ampere. Berapakah daya setrika tersebut.
5. Lampu pijar yang dayanya 60 watt menyala selama 1 jam. Berapakah energi yang digunakan oleh lampu.
6. Sebuah keluarga berlangganan listrik PLN. Pada rumah tersebut terdapat
- 2 buah lampu tabung 20 watt menyala 5 jam tiap hari
- 5 buah lampu pijar 25 watt menyala 6 jam tiap hari
- 1 buah setrika 250 watt menyala 2 jam tiap hari
- 1 buah Televisi 200 watt menyala 10 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 10 watt menyala 4jam tiap hari
Bila harga rekening listrik setiap Kwh sebesar Rp 250 dan biaya beban tetap Rp 3500 setiap bulan, berapa biaya rekening listrik yang harus dibayar oleh keluarga tersebut dalam 1 bulan (30 hari).
BAHAN DISKUSI
KELOMPOK II
1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 200 volt. Kuat arus yang mengalir lewat setrika itu adalah 0,3 ampere. Berapakah energy kalor yang timbul dalam waktu 30 menit.
2. Dalam waktu 5 menit sebuah soder listrik membebaskan kalor sebesar 4200 joule. Jika solder tersebut dipasang pada tegangan 220 volt, berapa kuat arus yang mengalir lewat solder tersebut.
3. Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 220 volt, sehingga mengalir arus listrik sebesar 0,5 ampere. Berapakah daya lampu tersebut.
4. Setrika listrik yang hambatannya 310 ohm dialiri arus listrik sebesar 2 ampere. Berapakah daya setrika tersebut.
5. Lampu pijar yang dayanya 70 watt menyala selama 1,5 jam. Berapakah energi yang digunakan oleh lampu.
6. Sebuah keluarga berlangganan listrik PLN. Pada rumah tersebut terdapat
- 3 buah lampu tabung 20 watt menyala 5 jam tiap hari
- 4 buah lampu pijar 25 watt menyala 6 jam tiap hari
- 1 buah setrika 250 watt menyala 2 jam tiap hari
- 1 buah Televisi 200 watt menyala 10 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 10 watt menyala 4jam tiap hari
Bila harga rekening listrik setiap Kwh sebesar Rp 250 dan biaya beban tetap Rp 3500 setiap bulan, berapa biaya rekening listrik yang harus dibayar oleh keluarga tersebut dalam 1 bulan (30 hari).
BAHAN DISKUSI
KELOMPOK III
1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 230 volt. Kuat arus yang mengalir lewat setrika itu adalah 0,4 ampere. Berapakah energy kalor yang timbul dalam waktu 1,5 menit.
2. Dalam waktu 1 menit sebuah soder listrik membebaskan kalor sebesar 4200 joule. Jika solder tersebut dipasang pada tegangan 230 volt, berapa kuat arus yang mengalir lewat solder tersebut.
3. Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 200 volt, sehingga mengalir arus listrik sebesar 0,75 ampere. Berapakah daya lampu tersebut.
4. Setrika listrik yang hambatannya 250 ohm dialiri arus listrik sebesar 1,5 ampere. Berapakah daya setrika tersebut.
5. Lampu pijar yang dayanya 80 watt menyala selama 2 jam. Berapakah energi yang digunakan oleh lampu.
6. Sebuah keluarga berlangganan listrik PLN. Pada rumah tersebut terdapat
- 4 buah lampu tabung 20 watt menyala 5 jam tiap hari
- 3 buah lampu pijar 25 watt menyala 6 jam tiap hari
- 1 buah setrika 250 watt menyala 2 jam tiap hari
- 1 buah Televisi 200 watt menyala 10 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 10 watt menyala 4jam tiap hari
Bila harga rekening listrik setiap Kwh sebesar Rp 250 dan biaya beban tetap Rp 3500 setiap bulan, berapa biaya rekening listrik yang harus dibayar oleh keluarga tersebut dalam 1 bulan (30 hari).
BAHAN DISKUSI
KELOMPOK IV
1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 300 volt. Kuat arus yang mengalir lewat setrika itu adalah 0,5 ampere. Berapakah energy kalor yang timbul dalam waktu 2 menit.
2. Dalam waktu 0,5 menit sebuah soder listrik membebaskan kalor sebesar 4000 joule. Jika solder tersebut dipasang pada tegangan 300 volt, berapa kuat arus yang mengalir lewat solder tersebut.
3. Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 250 volt, sehingga mengalir arus listrik sebesar 0,25 ampere. Berapakah daya lampu tersebut.
4. Setrika listrik yang hambatannya 350 ohm dialiri arus listrik sebesar 2 ampere. Berapakah daya setrika tersebut.
5. Lampu pijar yang dayanya 50 watt menyala selama 2 jam. Berapakah energi yang digunakan oleh lampu.
6. Sebuah keluarga berlangganan listrik PLN. Pada rumah tersebut terdapat
- 5 buah lampu tabung 20 watt menyala 5 jam tiap hari
- 7 buah lampu pijar 25 watt menyala 6 jam tiap hari
- 1 buah setrika 250 watt menyala 2 jam tiap hari
- 1 buah Televisi 200 watt menyala 10 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 10 watt menyala 4jam tiap hari
Bila harga rekening listrik setiap Kwh sebesar Rp 250 dan biaya beban tetap Rp 3500 setiap bulan, berapa biaya rekening listrik yang harus dibayar oleh keluarga tersebut dalam 1 bulan (30 hari).
BAHAN DISKUSI
KELOMPOK V
1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 350 volt. Kuat arus yang mengalir lewat setrika itu adalah 2 ampere. Berapakah energy kalor yang timbul dalam waktu 2 menit.
2. Dalam waktu 5 menit sebuah soder listrik membebaskan kalor sebesar 4000 joule. Jika solder tersebut dipasang pada tegangan 250 volt, berapa kuat arus yang mengalir lewat solder tersebut.
3. Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 300 volt, sehingga mengalir arus listrik sebesar 5 ampere. Berapakah daya lampu tersebut.
4. Setrika listrik yang hambatannya 350 ohm dialiri arus listrik sebesar 2 ampere. Berapakah daya setrika tersebut.
5. Lampu pijar yang dayanya 60 watt menyala selama 3 jam. Berapakah energi yang digunakan oleh lampu.
6. Sebuah keluarga berlangganan listrik PLN. Pada rumah tersebut terdapat
- 2 buah lampu tabung 20 watt menyala 5 jam tiap hari
- 5 buah lampu pijar 25 watt menyala 6 jam tiap hari
- 1 buah setrika 250 watt menyala 2 jam tiap hari
- 1 buah Televisi 200 watt menyala 10 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 10 watt menyala 4 jam tiap hari
- 1 buah AC 200 watt menyala 5 jam tiap hari
Bila harga rekening listrik setiap Kwh sebesar Rp 250 dan biaya beban tetap Rp 3500 setiap bulan, berapa biaya rekening listrik yang harus dibayar oleh keluarga tersebut dalam 1 bulan (30 hari).
BAHAN DISKUSI
KELOMPOK VI
1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 320 volt. Kuat arus yang mengalir lewat setrika itu adalah 2 ampere. Berapakah energy kalor yang timbul dalam waktu 3 menit.
2. Dalam waktu 1,5 menit sebuah soder listrik membebaskan kalor sebesar 4000 joule. Jika solder tersebut dipasang pada tegangan 220 volt, berapa kuat arus yang mengalir lewat solder tersebut.
3. Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 300 volt, sehingga mengalir arus listrik sebesar 0, 5 ampere. Berapakah daya lampu tersebut.
4. Setrika listrik yang hambatannya 320 ohm dialiri arus listrik sebesar 3 ampere. Berapakah daya setrika tersebut.
5. Lampu pijar yang dayanya 60 watt menyala selama 3 jam. Berapakah energi yang digunakan oleh lampu.
6. Sebuah keluarga berlangganan listrik PLN. Pada rumah tersebut terdapat
- 3 buah lampu tabung 20 watt menyala 5 jam tiap hari
- 5 buah lampu pijar 25 watt menyala 6 jam tiap hari
- 1 buah setrika 250 watt menyala 2 jam tiap hari
- 1 buah Televisi 200 watt menyala 10 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 10 watt menyala 4jam tiap hari
- 1 buah kipas angin dispenser 120 watt menyala 4 jam tiap hari
Bila harga rekening listrik setiap Kwh sebesar Rp 250 dan biaya beban tetap Rp 3500 setiap bulan, berapa biaya rekening listrik yang harus dibayar oleh keluarga tersebut dalam 1 bulan (30 hari).
BAHAN DISKUSI
KELOMPOK VII
1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 220 volt. Kuat arus yang mengalir lewat setrika itu adalah 5 ampere. Berapakah energy kalor yang timbul dalam waktu 0,5 menit.
2. Dalam waktu 3 menit sebuah soder listrik membebaskan kalor sebesar 4000 joule. Jika solder tersebut dipasang pada tegangan 250 volt, berapa kuat arus yang mengalir lewat solder tersebut.
3. Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 200 volt, sehingga mengalir arus listrik sebesar 1,5 ampere. Berapakah daya lampu tersebut.
4. Setrika listrik yang hambatannya 200 ohm dialiri arus listrik sebesar 4 ampere. Berapakah daya setrika tersebut.
5. Lampu pijar yang dayanya 50 watt menyala selama 2 jam. Berapakah energi yang digunakan oleh lampu.
6. Sebuah keluarga berlangganan listrik PLN. Pada rumah tersebut terdapat
- 4 buah lampu tabung 20 watt menyala 5 jam tiap hari
- 7 buah lampu pijar 25 watt menyala 6 jam tiap hari
- 1 buah setrika 250 watt menyala 2 jam tiap hari
- 1 buah Televisi 200 watt menyala 10 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 10 watt menyala 4jam tiap hari
- 1 buah juicer 10 watt menyala 2 jam tiap hari
Bila harga rekening listrik setiap Kwh sebesar Rp 250 dan biaya beban tetap Rp 3500 setiap bulan, berapa biaya rekening listrik yang harus dibayar oleh keluarga tersebut dalam 1 bulan (30 hari).
BAHAN DISKUSI
KELOMPOK VIII
7. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 350 volt. Kuat arus yang mengalir lewat setrika itu adalah 2 ampere. Berapakah energy kalor yang timbul dalam waktu 1 menit.
8. Dalam waktu 2,5 menit sebuah soder listrik membebaskan kalor sebesar 4500 joule. Jika solder tersebut dipasang pada tegangan 300 volt, berapa kuat arus yang mengalir lewat solder tersebut.
9. Sebuah lampu pijar dipasang pada tegangan 300 volt, sehingga mengalir arus listrik sebesar 2,5 ampere. Berapakah daya lampu tersebut.
10. Setrika listrik yang hambatannya 330 ohm dialiri arus listrik sebesar 1,5 ampere. Berapakah daya setrika tersebut.
11. Lampu pijar yang dayanya 60 watt menyala selama4 jam. Berapakah energi yang digunakan oleh lampu.
12. Sebuah keluarga berlangganan listrik PLN. Pada rumah tersebut terdapat
- 5 buah lampu tabung 50 watt menyala 6 jam tiap hari
- 8 buah lampu pijar 75 watt menyala 5 jam tiap hari
- 1 buah setrika 250 watt menyala 3 jam tiap hari
- 1 buah Televisi 220 watt menyala 6 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 30 watt menyala 5 jam tiap hari
- 1 buah kipas angin 20 watt menyala 5 jam tiap hari
Bila harga rekening listrik setiap Kwh sebesar Rp 350 dan biaya beban tetap Rp 4500 setiap bulan, berapa biaya rekening listrik yang harus dibayar oleh keluarga tersebut dalam 1 bulan (30 hari).
Selasa, 09 November 2010
Zulqarnain..Kisah Sejarah Islam
ZULQARNAIN, MODEL PENGUASA ADIDAYA
Jika dicermati, pemaparan Al-Qur’an tentang kisah Zulqarnain sangatlah unik. Penguasa besar yang kerajaannya terbentang dari timur hingga barat ini diceritakan hanya dalam enam belas ayat (QS Al-Kahfi: 83-98). Itupun tanpa menjelaskan identitas lengkap, masa pemerintahan dan lokasi kerajaannya. Keunikan ini bukan tanpa alasan. Sayyid Quthb menjelaskan dalam azh-Zhilal, bahwa memang demikianlah karakter umum kisah-kisah Al-Qur’an. Tujuan utamanya bukan aspek kesejarahan, melainkan pelajaran (ibroh) yang dapat dipetik darinya.
Zulqarnain adalah penguasa Adidaya. Al-Qur’an menggambarkannya dengan singkat tapi jelas, “Sesungguhnya Kami telah memberinya kekuasaan di muka bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan [untuk mencapai] segala sesuatu”. (QS Al-Kahfi: 84). Ayat-ayat berikutnya semakin mengukuhkan kekuasaan tersebut. Zulqarnain melakukan perjalanan jauh ke ujung barat dan ujung timur, lalu perjalanan jauh lainnya ke sebuah negeri asing. Lantas, apa pelajaran yang dapat dipetik dari kisah penguasa besar ini?
Pertama; Asas peradaban Zulqarnain adalah ilmu. Menurut Ibn Abbas, seperti dinyatakan Ibn Katsir dalam at-Tafsir, as-sabab yang diberikan Allah kepada Zulqarnain adalah ilmu. Dengan ilmu inilah Zulqarnain meningkatkan kemampuan (al-qudrah) dan mengembangkan sarana (al-alah) sehingga mampu mencapai kemajuan-kemajuan besar dalam pemerintahannya.
Kedua; Menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan nilai-nilai wahyu. Falsafah hukum Zulqarnain adalah, menghapus kezaliman dengan menjatuhkan sanksi berat kepada pelakunya, dan memberi banyak kemudahan kepada orang-orang yang gemar kebaikan (QS Al-Kahfi: 87-88).
Kebijakan semacam ini sangat efektif dalam membangun kekuatan dalam negeri. Karena ketika orang-orang baik mendapat tempat, kemudahan dan balasan yang setimpal, sementara orang-orang zalim menerima sanksi, dipermalukan dan dijauhkan dari lingkaran kekuasaan, maka rakyat akan termotivasi untuk semakin baik dan produktif. Demikian yang diungkapkan Sayyid Quthb dalam azh-Zhilal.
Ketiga; Menjunjung kesetaraan, berbagi kemajuan, dan memakmurkan dunia dengan tetap bersikap rendah hati. Inilah prinsip kebijakan luar negeri Zulqarnain, terlebih lagi dengan negara yang lebih kecil dan lemah.
Dalam perjalanan ketiga, Zulqarnain tiba di sebuah negeri yang meskipun tampak indah dan kaya akan sumber daya alam, tapi masyarakatnya lemah dan terbelakang. Dikatakan lemah, karena mereka sering menjadi sasaran keganasan Ya’juj dan Ma’juj dan tidak berdaya untuk sekadar mempertahankan diri. Mereka juga terbelakang dalam banyak bidang, terutama budaya dan teknologi.
Ada dua indikator keterbelakangan yang dipaparkan Al-Qur’an. Pertama, mereka tidak menguasai bahasa Zulqarnain sehingga sulit berkomunikasi dengan penguasa besar tersebut, “la yakaduna yafqahuna qaula”. Padahal, sebagai penguasa peradaban dunia kala itu, bahasa Zulqarnain adalah bahasa internasional yang sangat populer. Kedua, ketika minta bantuan Zulqarnain untuk melindungi mereka dari Ya’juj dan Ma’juj, mereka hanya mengajukan pembangunan sebuah tembok biasa (as-sadd). Padahal saat itu Zulqarnain sudah menguasai teknologi konstruski tembok dengan meterial berlapis yang jauh lebih kuat (ar-radm).
Karena lemah dan terbelakang, wajar jika masyarakat ini memanfaatkan momentum kedatangan Zulqarnain, Sang Penguasa Adidaya, untuk mengiba dan memohon bantuan, agar dapat bertahan dan hidup lebih aman. Untuk memenuhi hajat asasi ini, mereka pun ‘nekat’ membayar jasa Zulqarnain dengan kekayaan alam mareka (al-kharj/al-kharaj).
Apa sikap Zulqarnain? Disinilah Zulqarnain menunjukkan kebesarannya sebagai penguasa adidaya. Dia menolak tegas bayaran tersebut. Baginya, kekuasaan tidak identik dengan keserakahan. Kelemahan dan keterbelakangan bangsa lain tidak dilihat sebagai kesempatan emas untuk mengeksploitasi dan mengeruk habis kekayaan alamnya untuk menunjang kesejahteraan negara maju. Bagi Zulqarnain, kekuasaan adalah amanah peradaban dari Allah swt yang manfaatnya harus dirasakan oleh seluruh penduduk dunia, “Apa yang dikuasakan Allah kepadaku adalah lebih baik [daripada bayaran itu]”. (QS Al-Kahfi: 95).
Zulqarnain tidak hanya memberi bantuan gratis, tapi juga melibatkan penduduk setempat dalam proyek berteknologi tinggi yang dibangunnya. Artinya, ada upaya pengalihan teknologi dan peningkatan kemampuan masyarakat terbelakang tanpa pamrih apa pun. Simaklah arahan-arahan Zulqarnain berikut, “Maka bantulah aku dengan kekuatan [manusia dan alat-alat], agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua puncak gunung itu, berkatalah Zulqarnain, "Tiuplah [api itu]”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi [merah seperti] api, diapun berkata, "Berilah aku tembaga [yang mendidih] agar aku tuangkan ke atas besi panas itu." (QS Al-Kahfi: 95-96).
Demikianlah keteladanan yang diberikan penguasa adidaya yang saleh. Kekuasaan tidak menjadi alat keegoan negara maju untuk tetap tampil sebagai ‘negara besar’, melainkan amanah peradaban yang harus berubah menjadi rahmat bagi semesta alam.
Sumber: Kolom Ibroh, Majalah Islam Sabili No. 18 TH.XVI Maret 2009
ZULQARNAIN, MODEL PENGUASA ADIDAYA
Jika dicermati, pemaparan Al-Qur’an tentang kisah Zulqarnain sangatlah unik. Penguasa besar yang kerajaannya terbentang dari timur hingga barat ini diceritakan hanya dalam enam belas ayat (QS Al-Kahfi: 83-98). Itupun tanpa menjelaskan identitas lengkap, masa pemerintahan dan lokasi kerajaannya. Keunikan ini bukan tanpa alasan. Sayyid Quthb menjelaskan dalam azh-Zhilal, bahwa memang demikianlah karakter umum kisah-kisah Al-Qur’an. Tujuan utamanya bukan aspek kesejarahan, melainkan pelajaran (ibroh) yang dapat dipetik darinya.
Zulqarnain adalah penguasa Adidaya. Al-Qur’an menggambarkannya dengan singkat tapi jelas, “Sesungguhnya Kami telah memberinya kekuasaan di muka bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan [untuk mencapai] segala sesuatu”. (QS Al-Kahfi: 84). Ayat-ayat berikutnya semakin mengukuhkan kekuasaan tersebut. Zulqarnain melakukan perjalanan jauh ke ujung barat dan ujung timur, lalu perjalanan jauh lainnya ke sebuah negeri asing. Lantas, apa pelajaran yang dapat dipetik dari kisah penguasa besar ini?
Pertama; Asas peradaban Zulqarnain adalah ilmu. Menurut Ibn Abbas, seperti dinyatakan Ibn Katsir dalam at-Tafsir, as-sabab yang diberikan Allah kepada Zulqarnain adalah ilmu. Dengan ilmu inilah Zulqarnain meningkatkan kemampuan (al-qudrah) dan mengembangkan sarana (al-alah) sehingga mampu mencapai kemajuan-kemajuan besar dalam pemerintahannya.
Kedua; Menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan nilai-nilai wahyu. Falsafah hukum Zulqarnain adalah, menghapus kezaliman dengan menjatuhkan sanksi berat kepada pelakunya, dan memberi banyak kemudahan kepada orang-orang yang gemar kebaikan (QS Al-Kahfi: 87-88).
Kebijakan semacam ini sangat efektif dalam membangun kekuatan dalam negeri. Karena ketika orang-orang baik mendapat tempat, kemudahan dan balasan yang setimpal, sementara orang-orang zalim menerima sanksi, dipermalukan dan dijauhkan dari lingkaran kekuasaan, maka rakyat akan termotivasi untuk semakin baik dan produktif. Demikian yang diungkapkan Sayyid Quthb dalam azh-Zhilal.
Ketiga; Menjunjung kesetaraan, berbagi kemajuan, dan memakmurkan dunia dengan tetap bersikap rendah hati. Inilah prinsip kebijakan luar negeri Zulqarnain, terlebih lagi dengan negara yang lebih kecil dan lemah.
Dalam perjalanan ketiga, Zulqarnain tiba di sebuah negeri yang meskipun tampak indah dan kaya akan sumber daya alam, tapi masyarakatnya lemah dan terbelakang. Dikatakan lemah, karena mereka sering menjadi sasaran keganasan Ya’juj dan Ma’juj dan tidak berdaya untuk sekadar mempertahankan diri. Mereka juga terbelakang dalam banyak bidang, terutama budaya dan teknologi.
Ada dua indikator keterbelakangan yang dipaparkan Al-Qur’an. Pertama, mereka tidak menguasai bahasa Zulqarnain sehingga sulit berkomunikasi dengan penguasa besar tersebut, “la yakaduna yafqahuna qaula”. Padahal, sebagai penguasa peradaban dunia kala itu, bahasa Zulqarnain adalah bahasa internasional yang sangat populer. Kedua, ketika minta bantuan Zulqarnain untuk melindungi mereka dari Ya’juj dan Ma’juj, mereka hanya mengajukan pembangunan sebuah tembok biasa (as-sadd). Padahal saat itu Zulqarnain sudah menguasai teknologi konstruski tembok dengan meterial berlapis yang jauh lebih kuat (ar-radm).
Karena lemah dan terbelakang, wajar jika masyarakat ini memanfaatkan momentum kedatangan Zulqarnain, Sang Penguasa Adidaya, untuk mengiba dan memohon bantuan, agar dapat bertahan dan hidup lebih aman. Untuk memenuhi hajat asasi ini, mereka pun ‘nekat’ membayar jasa Zulqarnain dengan kekayaan alam mareka (al-kharj/al-kharaj).
Apa sikap Zulqarnain? Disinilah Zulqarnain menunjukkan kebesarannya sebagai penguasa adidaya. Dia menolak tegas bayaran tersebut. Baginya, kekuasaan tidak identik dengan keserakahan. Kelemahan dan keterbelakangan bangsa lain tidak dilihat sebagai kesempatan emas untuk mengeksploitasi dan mengeruk habis kekayaan alamnya untuk menunjang kesejahteraan negara maju. Bagi Zulqarnain, kekuasaan adalah amanah peradaban dari Allah swt yang manfaatnya harus dirasakan oleh seluruh penduduk dunia, “Apa yang dikuasakan Allah kepadaku adalah lebih baik [daripada bayaran itu]”. (QS Al-Kahfi: 95).
Zulqarnain tidak hanya memberi bantuan gratis, tapi juga melibatkan penduduk setempat dalam proyek berteknologi tinggi yang dibangunnya. Artinya, ada upaya pengalihan teknologi dan peningkatan kemampuan masyarakat terbelakang tanpa pamrih apa pun. Simaklah arahan-arahan Zulqarnain berikut, “Maka bantulah aku dengan kekuatan [manusia dan alat-alat], agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua puncak gunung itu, berkatalah Zulqarnain, "Tiuplah [api itu]”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi [merah seperti] api, diapun berkata, "Berilah aku tembaga [yang mendidih] agar aku tuangkan ke atas besi panas itu." (QS Al-Kahfi: 95-96).
Demikianlah keteladanan yang diberikan penguasa adidaya yang saleh. Kekuasaan tidak menjadi alat keegoan negara maju untuk tetap tampil sebagai ‘negara besar’, melainkan amanah peradaban yang harus berubah menjadi rahmat bagi semesta alam.
Sumber: Kolom Ibroh, Majalah Islam Sabili No. 18 TH.XVI Maret 2009
sholat berjamaah
Solat berjamaah adalah solat yang dilakukan secara bersama, dipimpin oleh yang ditunjuk sebagai imamnya. Solat-solat yang bisa dikerjakan berjamaah adalah:
1. Solat Lima Waktu: Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya
2. Solat Jum'at
3. Solat Tarawih
4. Solat Ied Fitri dan 'Idul Adha
5. Solat Jenazah
6. Solat Istisqa (Minta Hujan)
7. Solat Gerhana Bulan dan Matahari
8. Solat Witir
Cara Melakukan
Berniat dalam hati bahawa ia menjadi makmum atau iman. Adapun seseorang yang pada mulanya solat sendirian, kemudian ada orang lain yang mengikuti di belakangnya, baginya tidak dituntut sebagai imam.
Makmum tidak dibenarkan mendahului imam, baik tempat berdirinya maupun gerakannya selama solat berjama'ah berlangsung. Makmum diharuskan mengikuti sikap/gerak imam, tidak boleh terlambat apa lagi sampai tertinggal hingga dua rukun solat.
Apabila makmum menyalahi gerakan imam (sengaja tidak mengikutinya) maka putuslah arti jama'ah baginya; dan ia disebut mufarriq.
Antara imam dan makmum harus berada dalam satu tempat yang tidak terputus oleh sungai atau tembok mati kerana itu berjamaah melalui radio atau seumpamanya dalam jarak jauh, tidak memenuhi syarat berjamaah.
Imam hendaklah orang yang berdiri sendiri, bukan orang yang sedang makmum kepada orang lain. Selain itu, imam hendaklah seorang laki-laki. Perempuan hanya dibenarkan menjadi imam sesama perempuan dan anak-anak.
Solat berjamaah hukumnya sunnah muakkad yaitu sunnat yang sangat dianjurkan. Perbedaan nilai solat berjamaah, 27 kali lebih baik daripada solat sendirian (munfarid). Solat berjamaah paling sedikit adalah adanya seorang imam dan seorang makmum.
Bila seseorang terlambat mengikuti solat berjamaah, hendaklah ia segera melakukan takbiratul ihram, lalu berbuat mengikuti imam sebagaimana adanya. Bila imam sedang duduk, hendaklah ia duduk, bila iamam sedang sujud iapun harus sujud; demikian seterusnya. Apabila imam sudah memberi salam, hendaklah ia bangun kembali untuk menambah kekurangan raka'at yang tertinggal dan kerjakanlah hingga raka'atnya memenuhi.
Ukuran satu rakaat solat ialah ruku'. Bila seseorang mendapatkan imam ruku dan dapat mengikutinya dengan baik, maka ia mendapatkan satu rakaat bersama imam.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu mendatangi shalat, padahal imam sedang berada daam suatu sikap tertentu, maka hendaklah ia berbuat seperti apa yang sedang dilakukan oleh imam". (HR Turmudzi dan Ali r.a. )
Hikmah Berjamaah
Solat berjamah mengandung faedah dan manfaat yang bervariasi sesuai dengan kepentingan umat dan zaman. Melalui jamaah, silaturahmi antar umat, disiplin, dan berita-berita kebajikan dapan dikembangkan dan disebarkan luaskan.
Rasulullah s a.w. bersabda: Solat berjamaah itu lebih utama nilainya dari solat sendirian, sebanyak dua puluh tujuh derajat" (HR Bukhari dan Muslim).
Imam (Ikutan)
Imam adalah ikutan, demikian pengertiannya. Untuk menjadi seorang imam diperlukan beberapa persyaratan yang mengikat. Misalnya memiliki usia yang lebih tua atau dituakan, memiliki pengetahuan tentang Al Quran dan hadits Rasulullah s a.w., memiliki keindahan bacaan dengan ucapan yang fasih (kalau di zaman Rasulullah s a.w., peribadi-peribadi yang lebih dahulu hijrah diperhatikan untuk menjadi imam.
Kerana imam adalah ikutan, maka pemilihan pribadi amat diperhatikan. Pro dan kontra yang berlebihan atas seseorang imam kerana dosa besarnya yang menonjol, pasti akan membubarkan jamaah. Adapun dalam kesalahan umum, maka semua manusia tidak suci dari dosa. Seorang yang biasa menjadi imam, maka tidak ada salahnya untuk sewaktu-waktu ia berada di belakang imam yang lain. Walau dia sendiri mungkin lebih baik dari imam yang bersangkutan.
"Dari Abdullah bin Masud, dia berkata: Rasulullah s a.w. bersabda: "Menjadi Imam dari suatu kaum ialah mana yang lebih baik bacaan Al Qur'annya. Bila semuanya sama bagusnya, hendaklah imamkan mana yang paling alim (banyak tahu) akan sunnah Rasul. Kalau semuanya sama alim tentang sunnah Rasul, maka dahulukan mereka yang lebih dulu hijrah. Kalau mereka sama dahulu hijrah, maka iammkanlah mereka yang lebih tua usianya" (HR Imam Ahmad dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud).
"Kalau mereka ada bertiga, hendaklah diimamkan seorang. Yang lebih berhak menjadi imam ialah yang lebih banyak bacan (tahu tentang bacaan Al Qur'annya)". (HR Imam Muslim, Ahmad dan Nasa'i dengan sumber Abi Said Al-Khudry).
"Tidaklah halal bagi seorang mukmin yang imam kepada Allah s.w.t. dan hari akhir yang mengimami sesuatu kaum kecuali atas izin kaum itu. Dan janganlah ia mengkhususkan satu do'a untuk dirinya sendiri dengan meninggalkan mereka. Kalau ia berbuat demikian, berkhianatlah ia kepada mereka". (HR Abu Daud dari Abu Hurairah)
Keadaan Shaf
Solat salah satu ibadah yang menghubungkan peribadi kepada Allah s.w.t., dan juga mengatur hubungan sesama manusia. Solat yang baik mendatangkan tamsil yang indah dan berguna.
Shaf yang baik akan menghemat tempat, merapikan barisan dan kesatuan jamaah serta mendatangkan nilai tambah bagi ibadah itu sendiri, bahkan menjadi cermin disiplin kehidupan dan pergaulan.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Aturlah shaf-shaf kamu dan dapatkanlah jarak antaranya, ratakanlah dengan tengkuk-tengkuk". (HR Imam Abu Dawud dan An Nasa'i disahihkan Ibnu Hibban dari Anan).
Sering orang mengira bahawa shaf yang baik adalah shaf yang dilakukan secara santai-lapang. Tidaklah demikian sebenarnya.
Untuk Shaf yang Baru
Bila shaf terisi penuh, maka mulailah dengan shaf yang baru dari arah sebelah kanan. Bila yang terbelakang hanya seorang diri, maka usahakanlah ia dapat masuk shaf yang sudah ada; atau tariklah seorang anggota shaf yang ada untuk menemaninya (yang ditarik pasti mahu, andaikan ia mengerti tata tertibnya).
Shaf Kaum Wanita
Shaf kaum wanita sebaiknya terletak di belakang shaf kaum lelaki, sementara shaf anak-anak berada di tengah; demikian bila dimungkinkan. Bila tidak, shaf makmum lelaki dan wanita bisa diatur secara sejajar; atau mungkin tercampur sama sekali, bagaikan jamaah musim haji di masjidil Haram, Makkah. Shaf yang bercampur baur sebenarnya kurang baik, bahkan mudah mengandung fitnah; sementara solat itu sendiri mencegah kekejian dan kemungkaran, yang akan mendatangkan fitnah, apalagi jika melakukan solat.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Sebaik-bauknya shaf kaum lelaki itu di depan, dan seburuk-buruknya ialah di bagian belakangnya, dan sebaik-baiknya shaf kaum wanita itu ialah pada bagian akhirnya dan sejelek-jeleknya ialah di bagian depannya". (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah).
Pengganti Imam
Bila solat berjamaah, sebaiknya orang yang di belakang imam adalah mereka yang merasa dirinya siap sebagai pengganti, bila tiba-tiba imam mendapat halangan, umpamanya batal, jatuh sakit, lupa ingatan, terlupa rukun dan sebagainya. Apabila seseorang solat di sebuah masjid di luar asuhan atau daerahnya sendiri, maka dia tidak boleh langsung bertindak menjadi imam, kecuali bila diminta. Mungkin saja disana sudah ada jadwal imam tetap. Begitu pula bila ia bertamu, kerana yang paling hak menjadi imam adalah tuan rumah sendiri, kecuali bila ia diminta.
Imam Yang Arif
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s a.w. bersabda: "Manakala seseorang di antara kamu solat bersama-sama orang banyak, maka hendaklah ia meringankan (memendekkan) bacaan surat atau ayat-ayatnya. Mungkin ada diantara jamaah yang tidak tahan lama berdiri, ada yang sakit, atau ada yang sudah tua. Dan manakala seseorang dari kamu itu solat sendirian, maka silakan ia memanjangkan bacaan sekehendaknya". (HR Bukhari dan Muslim).
Khutbah dipendekkan dan solat diperpanjang, demikian petunjuk Rasulullah s a.w. Di pejabat, pekerja dibatasi oleh waktu, maka khutbah yang pendek sangat tepat dan bermanfaat. Khutbah yang seakan-akan cerita bersambung, membosankan, akhirnya jama'ah berbual dan mengantuk.
Ringkasan
* Kalau solat di rumah, maka tuan rumah lebih berhak menjadi imam, kecuali tuan rumah mempersilakannya.
* Orang yang bagus bacaan Al-Qurannya lebih diutamakan untuk menjadi imam.
* Bila solat telah berlangsung, mereka yang datang belakangan terus saja mengikuti imam yang sudah ada.
* Imam sedapatnya orang yang lebih disukai makmum, kerana iman itu dipilih untuk diikuti.
* Imam sahabat rawatib, sebaiknya oleh imam yang biasa ditetapkan, kecuali ada kesepakatan menunjuk orang lain sebagai imam.
* Imam yang fasih lebih utama, sebagai halnya seorang yang dituakan, baginya amat layak menjadi imam dalam solat.
* Imam itu bertanggung jawab atas makmumnya, kerana itu seorang imam harus tahu benar dengan kedudukannya.
* Orang makmum yang tepat berada di belakang imam, hendaklah seorang yang amat tahu dalam masalah ibadah yang sedang dilakukan. Mereka harus bertindak tepat pada saat imam batal, salah, lupa dan sebagainya. Bila perlu ia berhak menggatikan imam, sekalipun imam berkebaratan atau tidak tahu tentang kesalahannya.
* Seorang di belakang imam berlaku sebagai barometer, berhak meluruskan baris atau shaf di kanan dan kirinya.
* Apabila selesai solat, imam segera duduk mengarah ke jamaah. Sebaiknya imam berdzikir secara pelan dan kusyu, dan jamaahpun berdzikir atau berdoa sesuai kata hatinya; demikian yang terbaik.
* Bila imam berdoa, diaminkan atau tidak diaminkan, doa imam sudah membawa kepentingan jamaahnya.
1. Solat Lima Waktu: Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya
2. Solat Jum'at
3. Solat Tarawih
4. Solat Ied Fitri dan 'Idul Adha
5. Solat Jenazah
6. Solat Istisqa (Minta Hujan)
7. Solat Gerhana Bulan dan Matahari
8. Solat Witir
Cara Melakukan
Berniat dalam hati bahawa ia menjadi makmum atau iman. Adapun seseorang yang pada mulanya solat sendirian, kemudian ada orang lain yang mengikuti di belakangnya, baginya tidak dituntut sebagai imam.
Makmum tidak dibenarkan mendahului imam, baik tempat berdirinya maupun gerakannya selama solat berjama'ah berlangsung. Makmum diharuskan mengikuti sikap/gerak imam, tidak boleh terlambat apa lagi sampai tertinggal hingga dua rukun solat.
Apabila makmum menyalahi gerakan imam (sengaja tidak mengikutinya) maka putuslah arti jama'ah baginya; dan ia disebut mufarriq.
Antara imam dan makmum harus berada dalam satu tempat yang tidak terputus oleh sungai atau tembok mati kerana itu berjamaah melalui radio atau seumpamanya dalam jarak jauh, tidak memenuhi syarat berjamaah.
Imam hendaklah orang yang berdiri sendiri, bukan orang yang sedang makmum kepada orang lain. Selain itu, imam hendaklah seorang laki-laki. Perempuan hanya dibenarkan menjadi imam sesama perempuan dan anak-anak.
Solat berjamaah hukumnya sunnah muakkad yaitu sunnat yang sangat dianjurkan. Perbedaan nilai solat berjamaah, 27 kali lebih baik daripada solat sendirian (munfarid). Solat berjamaah paling sedikit adalah adanya seorang imam dan seorang makmum.
Bila seseorang terlambat mengikuti solat berjamaah, hendaklah ia segera melakukan takbiratul ihram, lalu berbuat mengikuti imam sebagaimana adanya. Bila imam sedang duduk, hendaklah ia duduk, bila iamam sedang sujud iapun harus sujud; demikian seterusnya. Apabila imam sudah memberi salam, hendaklah ia bangun kembali untuk menambah kekurangan raka'at yang tertinggal dan kerjakanlah hingga raka'atnya memenuhi.
Ukuran satu rakaat solat ialah ruku'. Bila seseorang mendapatkan imam ruku dan dapat mengikutinya dengan baik, maka ia mendapatkan satu rakaat bersama imam.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu mendatangi shalat, padahal imam sedang berada daam suatu sikap tertentu, maka hendaklah ia berbuat seperti apa yang sedang dilakukan oleh imam". (HR Turmudzi dan Ali r.a. )
Hikmah Berjamaah
Solat berjamah mengandung faedah dan manfaat yang bervariasi sesuai dengan kepentingan umat dan zaman. Melalui jamaah, silaturahmi antar umat, disiplin, dan berita-berita kebajikan dapan dikembangkan dan disebarkan luaskan.
Rasulullah s a.w. bersabda: Solat berjamaah itu lebih utama nilainya dari solat sendirian, sebanyak dua puluh tujuh derajat" (HR Bukhari dan Muslim).
Imam (Ikutan)
Imam adalah ikutan, demikian pengertiannya. Untuk menjadi seorang imam diperlukan beberapa persyaratan yang mengikat. Misalnya memiliki usia yang lebih tua atau dituakan, memiliki pengetahuan tentang Al Quran dan hadits Rasulullah s a.w., memiliki keindahan bacaan dengan ucapan yang fasih (kalau di zaman Rasulullah s a.w., peribadi-peribadi yang lebih dahulu hijrah diperhatikan untuk menjadi imam.
Kerana imam adalah ikutan, maka pemilihan pribadi amat diperhatikan. Pro dan kontra yang berlebihan atas seseorang imam kerana dosa besarnya yang menonjol, pasti akan membubarkan jamaah. Adapun dalam kesalahan umum, maka semua manusia tidak suci dari dosa. Seorang yang biasa menjadi imam, maka tidak ada salahnya untuk sewaktu-waktu ia berada di belakang imam yang lain. Walau dia sendiri mungkin lebih baik dari imam yang bersangkutan.
"Dari Abdullah bin Masud, dia berkata: Rasulullah s a.w. bersabda: "Menjadi Imam dari suatu kaum ialah mana yang lebih baik bacaan Al Qur'annya. Bila semuanya sama bagusnya, hendaklah imamkan mana yang paling alim (banyak tahu) akan sunnah Rasul. Kalau semuanya sama alim tentang sunnah Rasul, maka dahulukan mereka yang lebih dulu hijrah. Kalau mereka sama dahulu hijrah, maka iammkanlah mereka yang lebih tua usianya" (HR Imam Ahmad dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud).
"Kalau mereka ada bertiga, hendaklah diimamkan seorang. Yang lebih berhak menjadi imam ialah yang lebih banyak bacan (tahu tentang bacaan Al Qur'annya)". (HR Imam Muslim, Ahmad dan Nasa'i dengan sumber Abi Said Al-Khudry).
"Tidaklah halal bagi seorang mukmin yang imam kepada Allah s.w.t. dan hari akhir yang mengimami sesuatu kaum kecuali atas izin kaum itu. Dan janganlah ia mengkhususkan satu do'a untuk dirinya sendiri dengan meninggalkan mereka. Kalau ia berbuat demikian, berkhianatlah ia kepada mereka". (HR Abu Daud dari Abu Hurairah)
Keadaan Shaf
Solat salah satu ibadah yang menghubungkan peribadi kepada Allah s.w.t., dan juga mengatur hubungan sesama manusia. Solat yang baik mendatangkan tamsil yang indah dan berguna.
Shaf yang baik akan menghemat tempat, merapikan barisan dan kesatuan jamaah serta mendatangkan nilai tambah bagi ibadah itu sendiri, bahkan menjadi cermin disiplin kehidupan dan pergaulan.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Aturlah shaf-shaf kamu dan dapatkanlah jarak antaranya, ratakanlah dengan tengkuk-tengkuk". (HR Imam Abu Dawud dan An Nasa'i disahihkan Ibnu Hibban dari Anan).
Sering orang mengira bahawa shaf yang baik adalah shaf yang dilakukan secara santai-lapang. Tidaklah demikian sebenarnya.
Untuk Shaf yang Baru
Bila shaf terisi penuh, maka mulailah dengan shaf yang baru dari arah sebelah kanan. Bila yang terbelakang hanya seorang diri, maka usahakanlah ia dapat masuk shaf yang sudah ada; atau tariklah seorang anggota shaf yang ada untuk menemaninya (yang ditarik pasti mahu, andaikan ia mengerti tata tertibnya).
Shaf Kaum Wanita
Shaf kaum wanita sebaiknya terletak di belakang shaf kaum lelaki, sementara shaf anak-anak berada di tengah; demikian bila dimungkinkan. Bila tidak, shaf makmum lelaki dan wanita bisa diatur secara sejajar; atau mungkin tercampur sama sekali, bagaikan jamaah musim haji di masjidil Haram, Makkah. Shaf yang bercampur baur sebenarnya kurang baik, bahkan mudah mengandung fitnah; sementara solat itu sendiri mencegah kekejian dan kemungkaran, yang akan mendatangkan fitnah, apalagi jika melakukan solat.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Sebaik-bauknya shaf kaum lelaki itu di depan, dan seburuk-buruknya ialah di bagian belakangnya, dan sebaik-baiknya shaf kaum wanita itu ialah pada bagian akhirnya dan sejelek-jeleknya ialah di bagian depannya". (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah).
Pengganti Imam
Bila solat berjamaah, sebaiknya orang yang di belakang imam adalah mereka yang merasa dirinya siap sebagai pengganti, bila tiba-tiba imam mendapat halangan, umpamanya batal, jatuh sakit, lupa ingatan, terlupa rukun dan sebagainya. Apabila seseorang solat di sebuah masjid di luar asuhan atau daerahnya sendiri, maka dia tidak boleh langsung bertindak menjadi imam, kecuali bila diminta. Mungkin saja disana sudah ada jadwal imam tetap. Begitu pula bila ia bertamu, kerana yang paling hak menjadi imam adalah tuan rumah sendiri, kecuali bila ia diminta.
Imam Yang Arif
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s a.w. bersabda: "Manakala seseorang di antara kamu solat bersama-sama orang banyak, maka hendaklah ia meringankan (memendekkan) bacaan surat atau ayat-ayatnya. Mungkin ada diantara jamaah yang tidak tahan lama berdiri, ada yang sakit, atau ada yang sudah tua. Dan manakala seseorang dari kamu itu solat sendirian, maka silakan ia memanjangkan bacaan sekehendaknya". (HR Bukhari dan Muslim).
Khutbah dipendekkan dan solat diperpanjang, demikian petunjuk Rasulullah s a.w. Di pejabat, pekerja dibatasi oleh waktu, maka khutbah yang pendek sangat tepat dan bermanfaat. Khutbah yang seakan-akan cerita bersambung, membosankan, akhirnya jama'ah berbual dan mengantuk.
Ringkasan
* Kalau solat di rumah, maka tuan rumah lebih berhak menjadi imam, kecuali tuan rumah mempersilakannya.
* Orang yang bagus bacaan Al-Qurannya lebih diutamakan untuk menjadi imam.
* Bila solat telah berlangsung, mereka yang datang belakangan terus saja mengikuti imam yang sudah ada.
* Imam sedapatnya orang yang lebih disukai makmum, kerana iman itu dipilih untuk diikuti.
* Imam sahabat rawatib, sebaiknya oleh imam yang biasa ditetapkan, kecuali ada kesepakatan menunjuk orang lain sebagai imam.
* Imam yang fasih lebih utama, sebagai halnya seorang yang dituakan, baginya amat layak menjadi imam dalam solat.
* Imam itu bertanggung jawab atas makmumnya, kerana itu seorang imam harus tahu benar dengan kedudukannya.
* Orang makmum yang tepat berada di belakang imam, hendaklah seorang yang amat tahu dalam masalah ibadah yang sedang dilakukan. Mereka harus bertindak tepat pada saat imam batal, salah, lupa dan sebagainya. Bila perlu ia berhak menggatikan imam, sekalipun imam berkebaratan atau tidak tahu tentang kesalahannya.
* Seorang di belakang imam berlaku sebagai barometer, berhak meluruskan baris atau shaf di kanan dan kirinya.
* Apabila selesai solat, imam segera duduk mengarah ke jamaah. Sebaiknya imam berdzikir secara pelan dan kusyu, dan jamaahpun berdzikir atau berdoa sesuai kata hatinya; demikian yang terbaik.
* Bila imam berdoa, diaminkan atau tidak diaminkan, doa imam sudah membawa kepentingan jamaahnya.
berwudhu
Cara atau jalan untuk membina mental dan rohani sungguh banyak sekali. Jalan yang pasti ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengekalkannya yang disebut sebagai ibadah. Salah satu mata rantai ibadah itu adalah Wudhu'.
Kegunaan Air Wudhu
* Untuk segala macam solat hukumnya wajib.
* Untuk Thawaf di Ka'bah, thawaf apa saja, hukumnya wajib.
* Sewaktu hendak membaca Al-Qur'an hukumnya sunnat
* Sewaktu hendak tidur atau lain-lain perbuatan yang baik, hukumnya sunnat
Alat Yang Dipakai
Alat yang dipakai ialah air. Meskipun demikian, air yang digunakan untuk berwudhu' adalah air yang suci lagi menyucikan (pengertiannya?), iaitu: Air hujan, Air Sumur, Air Sungai, Air Laut, Air dari mata Air, Air Telaga, Air Danau, Air Ais, Air Ledeng.
Cara-caranya
Berniat dalam hati bahawa berwudhu' untuk..., lalu:
* Membasuh muka dengan air (cukup sekali asalkan merata ke seluruh muka)
* Basuhlan tangan hingga sampai dengan kedua siku (cukup sekali asal merata).
* Sapulah sebahagian kepala, cukup sekali saja
* Basuhlan kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (cukup sekali asal merata).
Bila dikerjakan seperti di atas, maka wudhu' sudah sah.
Berwudhu' yang lebih sempurna
Bila ingin berwudhu' lebih sempurna, yakni sempurna lahiriah dan sempurna pula dalam ganjaran, maka kerjakanlah tabahan-tambahannya dengan cara sebagai berikut:
1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim...
2. Menghadaplah kearah kiblat
3. Usahakanlah berwudhu' dengan tidak meminta bantuan orang lain, seperti menimba, dan sebagainya.
4. Basuhlah jari-jari tangan dengan menyelat-nyelatinya. Dan bagi jari yang bercincin, jam atau perhiasan yang dipakai di jari-jari lainnya, bukalah perhiasan tersebut agar air dapat merata membasahi seluruh jari-jari.
5. Berkumur-kumur.
6. Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah kembali (istinsyaq).
7. Gosoklah gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan bau mulut yang kurang sedap.
8. Mulailah dengan anggota wudhu'yang sebelah kanan.
9. Ulangilah masing-masing sampai tiga kali (3X).
10. Ratakanlah air hingga membasahi seluruh anggota wudhu'
11. Ketika menyapu kepala, ratakan seluruhnya (letakkan ibu jari samping kiri dan kanan kepala, lalu putarlah telapak tangan dari depan ke belakang, kemudian kembali ke depan (cukup sekali).
12. Basuhlah telinga dengan memasukkan telunjuk ke lubang telinga, ibu jari dibelakang telinga.
13. Bila selesai berwudhu', hadapkan muka ke arah kiblat dan berdoalah dengan membaca:
Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.
Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah , masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku masuk ke dalam golongan orang-orang yang suci.
14. Lakukanlah solat sunnat wudhu' dua raka'at.
Hal-hal yang Membatalkan Wudhu'
1. Keluar sesuatu dari "dua pintu" belakang seperti buang angin (kentut), buang air besar atau kecil, haid atau nifas, dan sebaganya.
2. Hilang akal (kerana sakit, mabuk, gila dan sebagainya) .
3. Bersetubuh.
posted by Rini | 3:38 PM
Saturday, August 12, 2006
Jujur (Shiddiq)
Shiddiq (jujur, benar) adalah lawan kaa dari kidzb (bohong atau dusta). Secara morfologi, akar kata shidq berasal dari kata shadaqa, yashduqu, shadqun, shidqun. Ungkapan shaddaqahu mengandung arti qabila qauluhu 'pembicarannya diterima'. Ungkapan shaddaqahu al-hadits mengandung arti anba'ahu bi al-shidq 'ia menyampaikan berita dengan benar dan jujur'. Ada orang mengatakan shadaqtu al-qauma, yang berarti qultu lahum shidqan 'aku katakan kepada mereka secara benar atau secara jujur'. Demikian juga ancaman jika aku sampaikan kepada mereka; aku katakan shadaqtu hum 'aku berkata benar kepada mereka'.
Beberapa ayat Allah yang memeberikan ilustrasi yang jelas tentang makna (shiddiq):
1. "Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang jujur (benar) tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih." (al-Akhzab:8)
2. "... Dan ibunya (Maryam) adalah seorang yang sanga benar (shiddiq)..." (al-Maa'idah:75)
3. "Dan orang yang datang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (az-Zumar:33)
Imam al-Ghazali membagi sikap benar atau jujur (shiddiq) ke dalam enam jenis:
1. Jujur dalam lisan atau bertutur kata. Setiap orang harus dapat memelihara perkataannya. Kejujuran seperti ini hanya terjadi dalam menyampaikan berita atau pembicaraan yang mengandung berita. Menepati janji termasuk kategori kejujuran jenis ini. Bentuk jujur yang pertama ini merupakan bantuk yang paling terkenal dan fenomenal.
2. Jujur dalam berniat dan berkehendak. Kejujuran seperti ini mengacu kepada konsep ikhlas, yaitu tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain dorongan karena Allah. Jika dicampuri dengan dorongan obsesi dari dalam jiwanya, maka batallah kebenaran niatnya. Orang yang seperti ini dapat dikatakan pembohong.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Muslim sebagai berikut:
"Ketika Rasulullah saw bertanya kepada seorang alim, 'Apa yang telah kamu kerjakan dari yang telah kamu ketahui?' Ia menjawab, 'Aku telah mengerjakan hal ini dan hal itu.' Lalu Allah berkata, 'Engkau telah berbohong karena kamu ingin dikatakan bahwa si Fulan orang alim."
3. Jujur dalam berobsesi atau bercita-cita (azam). Manusia terkadang mengemukakan obsesinya untuk melakukan sesuatu. Misalnya, "Jika Allah menganugerahkan banyak harta kepadaku, aku akan sedekahkan setengahnya." Janji atau obsesi ini harus diucapkan secara jujur.
4. Jujur dalam menepati obsesi. Dalam suatu kondisi, hati terkadang banyak mengumbar obsesi. Baginya mudah saat itu untuk mengumbar obsesi. Kemudian, saat kondisi realitas sudah memungkinkannya untuk menepati janji obsesinya itu, ia memungkirinya. Nafsu syahwatnya telah menghantam keinginannya untuk merealisasikan janjinya. Hal itu sungguh bertentangan dengan kejujuran (shiddiq).
5. Jujur dalam beramal atau bekerja.
6. Jujur dalam maqam-maqam beragama. Merupakan kejujuran paling tinggi. Contohnya adalah kejujuran dalam khauf (rasa takut akan siksaan Allah), raja' (mengharapkan rahmat Allah), ta'dzim (mengagungkan Allah), ridha (rela terhadap segala keputusan Allah), tawwakal (mempercayakan diri kepada Allah dalam segala totalitas urusan), dan hubb *mencintai Allah).
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar (beriman sejati)." (al-Hujaraat:15)
"Kalian harus jujur, karena jujur itu bersama-sama dengan kebaktian yang sempurna (birr). Keduanya akan berada di dalam surga. Dan hati-hatilah kalian dengan berbohong karena bohong itu bersama-sama perbuatan dosa yang terus-menerus (fujur). Keduanya akan masuk neraka. Dan mintalah kalian keyakinan dan perlindungan dari segala penyakit kepada Allah. Karena seseorang setelah diberi keyakinan akan lebih baik daripada diberi perlindungan dari segala penyakit. Dan janganlah kalian saling hasut, saling membenci, saling memutuskan (tali silaturahmi), saling memebenci, saling membelakangi, serta jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah perintahkan kepada kalian." (HP Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Maajah)
Kegunaan Air Wudhu
* Untuk segala macam solat hukumnya wajib.
* Untuk Thawaf di Ka'bah, thawaf apa saja, hukumnya wajib.
* Sewaktu hendak membaca Al-Qur'an hukumnya sunnat
* Sewaktu hendak tidur atau lain-lain perbuatan yang baik, hukumnya sunnat
Alat Yang Dipakai
Alat yang dipakai ialah air. Meskipun demikian, air yang digunakan untuk berwudhu' adalah air yang suci lagi menyucikan (pengertiannya?), iaitu: Air hujan, Air Sumur, Air Sungai, Air Laut, Air dari mata Air, Air Telaga, Air Danau, Air Ais, Air Ledeng.
Cara-caranya
Berniat dalam hati bahawa berwudhu' untuk..., lalu:
* Membasuh muka dengan air (cukup sekali asalkan merata ke seluruh muka)
* Basuhlan tangan hingga sampai dengan kedua siku (cukup sekali asal merata).
* Sapulah sebahagian kepala, cukup sekali saja
* Basuhlan kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (cukup sekali asal merata).
Bila dikerjakan seperti di atas, maka wudhu' sudah sah.
Berwudhu' yang lebih sempurna
Bila ingin berwudhu' lebih sempurna, yakni sempurna lahiriah dan sempurna pula dalam ganjaran, maka kerjakanlah tabahan-tambahannya dengan cara sebagai berikut:
1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim...
2. Menghadaplah kearah kiblat
3. Usahakanlah berwudhu' dengan tidak meminta bantuan orang lain, seperti menimba, dan sebagainya.
4. Basuhlah jari-jari tangan dengan menyelat-nyelatinya. Dan bagi jari yang bercincin, jam atau perhiasan yang dipakai di jari-jari lainnya, bukalah perhiasan tersebut agar air dapat merata membasahi seluruh jari-jari.
5. Berkumur-kumur.
6. Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah kembali (istinsyaq).
7. Gosoklah gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan bau mulut yang kurang sedap.
8. Mulailah dengan anggota wudhu'yang sebelah kanan.
9. Ulangilah masing-masing sampai tiga kali (3X).
10. Ratakanlah air hingga membasahi seluruh anggota wudhu'
11. Ketika menyapu kepala, ratakan seluruhnya (letakkan ibu jari samping kiri dan kanan kepala, lalu putarlah telapak tangan dari depan ke belakang, kemudian kembali ke depan (cukup sekali).
12. Basuhlah telinga dengan memasukkan telunjuk ke lubang telinga, ibu jari dibelakang telinga.
13. Bila selesai berwudhu', hadapkan muka ke arah kiblat dan berdoalah dengan membaca:
Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.
Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah , masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku masuk ke dalam golongan orang-orang yang suci.
14. Lakukanlah solat sunnat wudhu' dua raka'at.
Hal-hal yang Membatalkan Wudhu'
1. Keluar sesuatu dari "dua pintu" belakang seperti buang angin (kentut), buang air besar atau kecil, haid atau nifas, dan sebaganya.
2. Hilang akal (kerana sakit, mabuk, gila dan sebagainya) .
3. Bersetubuh.
posted by Rini | 3:38 PM
Saturday, August 12, 2006
Jujur (Shiddiq)
Shiddiq (jujur, benar) adalah lawan kaa dari kidzb (bohong atau dusta). Secara morfologi, akar kata shidq berasal dari kata shadaqa, yashduqu, shadqun, shidqun. Ungkapan shaddaqahu mengandung arti qabila qauluhu 'pembicarannya diterima'. Ungkapan shaddaqahu al-hadits mengandung arti anba'ahu bi al-shidq 'ia menyampaikan berita dengan benar dan jujur'. Ada orang mengatakan shadaqtu al-qauma, yang berarti qultu lahum shidqan 'aku katakan kepada mereka secara benar atau secara jujur'. Demikian juga ancaman jika aku sampaikan kepada mereka; aku katakan shadaqtu hum 'aku berkata benar kepada mereka'.
Beberapa ayat Allah yang memeberikan ilustrasi yang jelas tentang makna (shiddiq):
1. "Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang jujur (benar) tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih." (al-Akhzab:8)
2. "... Dan ibunya (Maryam) adalah seorang yang sanga benar (shiddiq)..." (al-Maa'idah:75)
3. "Dan orang yang datang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (az-Zumar:33)
Imam al-Ghazali membagi sikap benar atau jujur (shiddiq) ke dalam enam jenis:
1. Jujur dalam lisan atau bertutur kata. Setiap orang harus dapat memelihara perkataannya. Kejujuran seperti ini hanya terjadi dalam menyampaikan berita atau pembicaraan yang mengandung berita. Menepati janji termasuk kategori kejujuran jenis ini. Bentuk jujur yang pertama ini merupakan bantuk yang paling terkenal dan fenomenal.
2. Jujur dalam berniat dan berkehendak. Kejujuran seperti ini mengacu kepada konsep ikhlas, yaitu tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain dorongan karena Allah. Jika dicampuri dengan dorongan obsesi dari dalam jiwanya, maka batallah kebenaran niatnya. Orang yang seperti ini dapat dikatakan pembohong.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Muslim sebagai berikut:
"Ketika Rasulullah saw bertanya kepada seorang alim, 'Apa yang telah kamu kerjakan dari yang telah kamu ketahui?' Ia menjawab, 'Aku telah mengerjakan hal ini dan hal itu.' Lalu Allah berkata, 'Engkau telah berbohong karena kamu ingin dikatakan bahwa si Fulan orang alim."
3. Jujur dalam berobsesi atau bercita-cita (azam). Manusia terkadang mengemukakan obsesinya untuk melakukan sesuatu. Misalnya, "Jika Allah menganugerahkan banyak harta kepadaku, aku akan sedekahkan setengahnya." Janji atau obsesi ini harus diucapkan secara jujur.
4. Jujur dalam menepati obsesi. Dalam suatu kondisi, hati terkadang banyak mengumbar obsesi. Baginya mudah saat itu untuk mengumbar obsesi. Kemudian, saat kondisi realitas sudah memungkinkannya untuk menepati janji obsesinya itu, ia memungkirinya. Nafsu syahwatnya telah menghantam keinginannya untuk merealisasikan janjinya. Hal itu sungguh bertentangan dengan kejujuran (shiddiq).
5. Jujur dalam beramal atau bekerja.
6. Jujur dalam maqam-maqam beragama. Merupakan kejujuran paling tinggi. Contohnya adalah kejujuran dalam khauf (rasa takut akan siksaan Allah), raja' (mengharapkan rahmat Allah), ta'dzim (mengagungkan Allah), ridha (rela terhadap segala keputusan Allah), tawwakal (mempercayakan diri kepada Allah dalam segala totalitas urusan), dan hubb *mencintai Allah).
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar (beriman sejati)." (al-Hujaraat:15)
"Kalian harus jujur, karena jujur itu bersama-sama dengan kebaktian yang sempurna (birr). Keduanya akan berada di dalam surga. Dan hati-hatilah kalian dengan berbohong karena bohong itu bersama-sama perbuatan dosa yang terus-menerus (fujur). Keduanya akan masuk neraka. Dan mintalah kalian keyakinan dan perlindungan dari segala penyakit kepada Allah. Karena seseorang setelah diberi keyakinan akan lebih baik daripada diberi perlindungan dari segala penyakit. Dan janganlah kalian saling hasut, saling membenci, saling memutuskan (tali silaturahmi), saling memebenci, saling membelakangi, serta jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah perintahkan kepada kalian." (HP Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Maajah)
Senin, 08 November 2010
nasehat islam
Kekhawatiran Nabi Muhamad Terhadap Umatnya
March 5th, 2010 in Akhlaq, Aqidah, Nasehat Ibadah | 1 Comment »
pemimpin dholimNabi muhammad adalah seorang pembawa risalah Alloh yang sangat mencintai umatnya. Sepanjang hidupnya ia dedikasikan untuk menyebarkan risalah Alloh kepada umat manusia, walau dihadapkan pada tantangan, cemoohan dan penderitaan.
Alloh SWT menggambarkan sifat dan perjuangan nabi Muhammad dalam QS Attaubah 128:
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. 9:128)
Berangkat dari kecintaan beliau yang sangat besar terhadap umatnya, ia menginginkan umatnya senantiasa berada dalam keimanan agar selamat dunia dan akhirat. Untuk itulah, beliau memiliki beberapa kehawatiran yang tidak ingin terjadi kepada umatnya. Karena jika kekhawatiran ini terjadi, niscaya umat itu ada dalam kesesatan dan kecelakaan dunia dan akhirat.
Apa sajakah kekhawatiran nabi itu? Jawabannya adalah sebagai berikut:
#1. Pemimpin yang menyesatkan (Dholim)
Nabi sangat mengkhawatirkan jika umatnya dipimpin oleh pemimpin yang menyesatkan (dholim) . Kenapa? Karena seorang pemimpin adalah lokomotif yang menentukan arah suatu masyarakat. Baik buruknya tatanan masyarakat akan sangat ditentukan oleh pemimpinnya. Islam melarang umatnya memilih musuh Alloh dan musuh orang beriman sebagai pemimpin baginya. Begitu pula orang yang tabiatnya lebih cenderung terhadap kekafiran daripada keimanan.
Nabi sangat mengkhawatirkan, jika umatnya dipimpin oleh pemimpin yang dholim (menyesatkan), maka umatnya akan rusak.
#2. Riya
Nabi berkata, “Yang paling aku takuti terjadi pada umatku, yakni umatku mampu beramal sholeh tetapi terjebak pada syirik kecil”, Shahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan Syirik kecil itu?”, Nabi menjawab, “Riya”.
Riya adalah ketika seseorang beramal sholeh, ia ingin dilihat oleh manusia dan ingin mendapat pujian. Saat di akhirat kelak, Alloh menyuruh orang yang berbuat riya untuk minta pahala kepada yang di-riyai-nya. Alloh hanya menginginkan amal yang dilakukan seseorang semata-mata untuk mengharap ridho Alloh, bukan yang lainnya.
Sangatlah mudah mengindikasikan apakah perbuatan (ibadah) yang kita lakukan termasuk kategori riya atau tidak. Jika kita semakin bersemangat melakukan ibadah saat ada orang lain yang memuji, dan berhenti saat ada orang menghina, maka berhati-hatilah karena perbuatan itu termasuk kategori riya (manusia oriented). Adapun orang yang ikhlas, ia akan tetap istiqomah menjalankan ibadah, tanpa pengaruh pujian atau hinaan orang lain (Alloh oriented).
#3. Perzinahan
Saat ini, perzinahan telah merajalela di lingkungan sekitar kita, bahkan telah menjadi trend di kalangan generasi muda. Islam sangat melarang perbuatan zina, bahkan perbuatan yang mendekati perzinahanpun dilarang. Dalam pandangan Islam, perbuatan zina merupakan perbuatan keji, buruk dan merusak tatanan sosial.
#4. Munafik yang Pintar Ngomong
Kehadiran orang munafiq yang pintar ngomong sangatlah membahayakan. Ia memiliki kemampuan orasi yang meyakinkan sehingga orang takjub dan kagum terhadap apa yang ucapkannya, meskipun ucapan itu hanyalah hiasan bibir belaka. Alloh akan menempatkan orang munafiq di neraka paling dasar. Orang munafiq selalu dusta saat dia berbicara, menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafirannya. Kehadirannya dalam umat hampir tidak kelihatan karena ia bersembunyi dalam kekafiran.
#5. Kesesatan Hawa Nafsu
Nabi sangat takut jika umatnya berada dalam kesesatan hawa nafsu dan syahwat. Mereka cenderung mengikuti hawa nafsu baik perut maupun kemaluan. Satu satu faktor yang menyebabkan seseorang mengikuti hawa nafsu, ialah meninggalkan sholat.
#6. Lalai Meskipun Tahu
Adab yang paling keras akan ditimpakan Alloh kepada yang ‘alim tetapi tidak mengamalkan ilmunya.
#7. Percaya Dukun dan Mengingkari Takdir
Siapa orang yang datang ke orang pintar (dukun), bertanya sesuatu dan mengimani ucapannya, maka sholatnya selama 40 hari tidak diterima. Saat ini, banyak orang islam yang percaya dukun karena ingin naik pangkat, laris usahanya, dan lain sebagainya. Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, sampai-sampai nabi mengkhawatirkan jika hal ini terjadi kepada umatnya.
March 5th, 2010 in Akhlaq, Aqidah, Nasehat Ibadah | 1 Comment »
pemimpin dholimNabi muhammad adalah seorang pembawa risalah Alloh yang sangat mencintai umatnya. Sepanjang hidupnya ia dedikasikan untuk menyebarkan risalah Alloh kepada umat manusia, walau dihadapkan pada tantangan, cemoohan dan penderitaan.
Alloh SWT menggambarkan sifat dan perjuangan nabi Muhammad dalam QS Attaubah 128:
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. 9:128)
Berangkat dari kecintaan beliau yang sangat besar terhadap umatnya, ia menginginkan umatnya senantiasa berada dalam keimanan agar selamat dunia dan akhirat. Untuk itulah, beliau memiliki beberapa kehawatiran yang tidak ingin terjadi kepada umatnya. Karena jika kekhawatiran ini terjadi, niscaya umat itu ada dalam kesesatan dan kecelakaan dunia dan akhirat.
Apa sajakah kekhawatiran nabi itu? Jawabannya adalah sebagai berikut:
#1. Pemimpin yang menyesatkan (Dholim)
Nabi sangat mengkhawatirkan jika umatnya dipimpin oleh pemimpin yang menyesatkan (dholim) . Kenapa? Karena seorang pemimpin adalah lokomotif yang menentukan arah suatu masyarakat. Baik buruknya tatanan masyarakat akan sangat ditentukan oleh pemimpinnya. Islam melarang umatnya memilih musuh Alloh dan musuh orang beriman sebagai pemimpin baginya. Begitu pula orang yang tabiatnya lebih cenderung terhadap kekafiran daripada keimanan.
Nabi sangat mengkhawatirkan, jika umatnya dipimpin oleh pemimpin yang dholim (menyesatkan), maka umatnya akan rusak.
#2. Riya
Nabi berkata, “Yang paling aku takuti terjadi pada umatku, yakni umatku mampu beramal sholeh tetapi terjebak pada syirik kecil”, Shahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan Syirik kecil itu?”, Nabi menjawab, “Riya”.
Riya adalah ketika seseorang beramal sholeh, ia ingin dilihat oleh manusia dan ingin mendapat pujian. Saat di akhirat kelak, Alloh menyuruh orang yang berbuat riya untuk minta pahala kepada yang di-riyai-nya. Alloh hanya menginginkan amal yang dilakukan seseorang semata-mata untuk mengharap ridho Alloh, bukan yang lainnya.
Sangatlah mudah mengindikasikan apakah perbuatan (ibadah) yang kita lakukan termasuk kategori riya atau tidak. Jika kita semakin bersemangat melakukan ibadah saat ada orang lain yang memuji, dan berhenti saat ada orang menghina, maka berhati-hatilah karena perbuatan itu termasuk kategori riya (manusia oriented). Adapun orang yang ikhlas, ia akan tetap istiqomah menjalankan ibadah, tanpa pengaruh pujian atau hinaan orang lain (Alloh oriented).
#3. Perzinahan
Saat ini, perzinahan telah merajalela di lingkungan sekitar kita, bahkan telah menjadi trend di kalangan generasi muda. Islam sangat melarang perbuatan zina, bahkan perbuatan yang mendekati perzinahanpun dilarang. Dalam pandangan Islam, perbuatan zina merupakan perbuatan keji, buruk dan merusak tatanan sosial.
#4. Munafik yang Pintar Ngomong
Kehadiran orang munafiq yang pintar ngomong sangatlah membahayakan. Ia memiliki kemampuan orasi yang meyakinkan sehingga orang takjub dan kagum terhadap apa yang ucapkannya, meskipun ucapan itu hanyalah hiasan bibir belaka. Alloh akan menempatkan orang munafiq di neraka paling dasar. Orang munafiq selalu dusta saat dia berbicara, menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafirannya. Kehadirannya dalam umat hampir tidak kelihatan karena ia bersembunyi dalam kekafiran.
#5. Kesesatan Hawa Nafsu
Nabi sangat takut jika umatnya berada dalam kesesatan hawa nafsu dan syahwat. Mereka cenderung mengikuti hawa nafsu baik perut maupun kemaluan. Satu satu faktor yang menyebabkan seseorang mengikuti hawa nafsu, ialah meninggalkan sholat.
#6. Lalai Meskipun Tahu
Adab yang paling keras akan ditimpakan Alloh kepada yang ‘alim tetapi tidak mengamalkan ilmunya.
#7. Percaya Dukun dan Mengingkari Takdir
Siapa orang yang datang ke orang pintar (dukun), bertanya sesuatu dan mengimani ucapannya, maka sholatnya selama 40 hari tidak diterima. Saat ini, banyak orang islam yang percaya dukun karena ingin naik pangkat, laris usahanya, dan lain sebagainya. Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, sampai-sampai nabi mengkhawatirkan jika hal ini terjadi kepada umatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

